Deder Keris Solo Yudhowinatan Cendana Wangi
Rp750.000
Jejeran/Deder : Nunggak Semi, Surakarta Hadiningrat.
Material : Kayu Cendana Wangi
Wanda : Yudhowinatan
Garap : Mranggi, Halus dan Ngrawang.
Material : Kayu Cendana Wangi
Wanda : Yudhowinatan
Garap : Mranggi, Halus dan Ngrawang.
Deder Nunggak Semi Surakarta Hadiningrat-Yudhowinatan-Cendana Wangi
digarap oleh mranggi yang telah lama mengabdikan hidupnya kepada seni adiluhung Pembuatan Warangka , setiap sentuhannya menghasilkan karya yang bukan hanya indah tetapi juga sarat akan makna yang diwariskan lintas generasi. ukiran patra yang dibuat Detail “ngrawang” dikerjakan dengan ketelitian tinggi hingga setiap rongga ukiran tampak tembus dan bernapas.
Makna Nunggak Semi
Dalam falsafah jawa Nunggak berarti tunggak, akar sedangkan semi berarti tunas, tumbuh.Akar yang tumbuh melahirkan tunas baru melambangkan generasi penerus yang tumbuh dan berkembang mengikuti zaman, namun tetap berpegang teguh pada asal-usul, pada akar tradisi yang berisi nilai budi pekerti dan pengajaran Luhung.
Di antara berbagai wanda Jejeran Nunggak Semi, Wanda Yudhawinatan menjadi salah satu bentuk yang paling digemari. Proporsinya gagah namun tetap luwes, memancarkan wibawa tanpa kehilangan kehalusan rasa. Sebuah perpaduan yang menjadikan tampilannya Luwes, enak dilihat, dan berkarisma.
Dalam Falsafah Jawa warangka dan deder digambarakan sebagai “Baita Tinitihan Jalma”.
warangka adalah bahtera yang menaungi perjalanan, sedangkan jejeran/deder merupakan “kemudi” yang menentukan arah dan Tujuan.
Karena itulah, memilih sebuah deder bukan hanya persoalan bentuk dan keindahan saja . Lebih dari itu, ia adalah wujud Penghormatan dan pemuliaan Keris klangenan beserta prinsip pegangan hidup yang ada didalamnya. Barangkali perpaduan antara aroma wangi cendana wangi dan garap yang mahanani pada deder ini dapat menjadi pilihan untuk Nyandangi Keris Klangenan Panjenengan.
#Deder Keris Solo #Deder Keris Surakarta #


Komentar
Posting Komentar