Pendok Slorok Jogja Kemalo Original Tatahan Merak Ngigel
Rp1.600.000
Spesifikasi
* Model: Slorok Ngayogyakarta
* Motif Tatahan: Merak Ngigel
* Material: Kuningan Premium 0,6
* Finishing: Chrome Silver
* Awak-awakan: Kemalo Merah Original
* Model: Slorok Ngayogyakarta
* Motif Tatahan: Merak Ngigel
* Material: Kuningan Premium 0,6
* Finishing: Chrome Silver
* Awak-awakan: Kemalo Merah Original
# Pendok Slorok Ngayogyakarta – Kemalo Merah Original | Tatahan Merak Ngigel
## Spesifikasi
* **Model:** Slorok Ngayogyakarta
* **Motif Tatahan:** Merak Ngigel
* **Material:** Kuningan Premium 0,6
* **Finishing:** Chrome Silver
* **Awak-awakan:** Kemalo Merah Original
Pendok handmade berkualitas tinggi yang menghidupkan kembali seni pembuatan kemalo original dan tatahan tradisional Nusantara. Setiap detail dikerjakan secara presisi dengan tetap mengikuti pakem budaya perkerisan, sehingga menghadirkan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai filosofi dan warisan budaya yang tinggi.
---
## KEUNGGULAN
### ✅ Tatahan Asli Mranggi
Ditatah secara manual oleh pengrajin berpengalaman yang memahami pakem tatahan tradisional, sehingga menghasilkan detail yang halus dan bernilai seni tinggi.
### ✅ 100% Handmade
Bukan hasil cetak maupun cor. Setiap pendok dikerjakan satu per satu sehingga memiliki karakter dan keunikan tersendiri.
### ✅ Material Premium
Menggunakan kuningan premium tebal 0,6 mm dengan finishing Chrome Silver yang elegan, kuat, serta tahan lama.
### ✅ Kemalo Merah Original
Menggunakan bahan dan teknik kemalo tradisional, bukan cat maupun pilox. Hasilnya memberikan warna yang autentik, berkarakter, dan memiliki nilai seni yang tinggi.
### ✅ Produksi Terbatas
Setiap karya dibuat dengan penuh ketelitian untuk menghadirkan pendok eksklusif yang layak mendampingi keris klangenan penjenengan.
---
# KEMALO ORIGINAL
Pada tahun 1965 ditemukan sebuah pedang kuno berusia lebih dari 2.000 tahun di Jiangling, Hubei, Tiongkok, dalam kondisi yang masih utuh. Pedang tersebut dikenal sebagai **Pedang Goujian**.
Keutuhan dan ketahanannya terhadap karat menarik perhatian para sejarawan, arkeolog, maupun ilmuwan. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa salah satu faktor pendukungnya adalah sarung kayu yang dilapisi bahan sejenis material utama dalam pembuatan kemalo tradisional.
Di Nusantara, bahan tersebut berkembang menjadi salah satu ragam hias penting pada perabot keris, khususnya pada bagian awak-awakan pendok. Dengan komposisi bahan, pewarnaan, dan teknik pengerjaan yang beragam, kemalo hadir dalam berbagai warna seperti merah tua, merah terang, hijau, cokelat, hitam, dan warna-warna lainnya.
Dalam tradisi keraton, warna kemalo pada pendok juga memiliki makna simbolis sebagai penanda status maupun jabatan pemilik keris.
Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah semakin langkanya bahan baku serta sedikitnya pengrajin yang masih menguasai teknik pembuatan kemalo sesuai teknologi dan tradisi masa lampau. Akibatnya, sebagian besar pendok kemalo yang beredar saat ini hanya menggunakan cat atau pilox, sehingga nilai autentik dan teknik tradisionalnya mulai ditinggalkan.
Melalui karya ini, kami berupaya menghidupkan kembali warisan tersebut dengan tetap menggunakan teknik kemalo original sebagai bentuk pelestarian budaya perkerisan Nusantara.
---
# MAKNA PENDOK
> *"Kang aran Pendhok jarwanira, ingkang andhok tata kramanireki. Kandelan tembung krameku, werdine ing tyasira, kudu ngandel-kumandel marang Hyang Agung."*
> — *Ki Nom, Serat Among Raga*
Pendok melambangkan tata krama, keteguhan hati, serta keyakinan kepada Hyang Maha Agung. Selain berfungsi memperindah warangka, pendok juga menjadi simbol kehormatan, kewibawaan, dan keluhuran budi seorang pemilik keris.
---
# FILOSOFI TATAHAN MERAK NGIGEL
Motif **Merak Ngigel** menggambarkan seekor burung merak yang sedang menari dengan anggun. Kata **"ngigel"** dalam bahasa Jawa berarti menari atau bergerak dengan luwes.
Filosofi motif ini melambangkan:
* Keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan.
* Keindahan, keanggunan, serta kelincahan dalam bersikap.
* Keseimbangan antara rasa, budi pekerti, dan tindakan sebagaimana diajarkan dalam budaya Jawa.
Motif Merak Ngigel menjadi pengingat bahwa keindahan sejati lahir dari keselarasan antara karakter, kebijaksanaan, dan perilaku dalam menjalani kehidupan.
## Spesifikasi
* **Model:** Slorok Ngayogyakarta
* **Motif Tatahan:** Merak Ngigel
* **Material:** Kuningan Premium 0,6
* **Finishing:** Chrome Silver
* **Awak-awakan:** Kemalo Merah Original
Pendok handmade berkualitas tinggi yang menghidupkan kembali seni pembuatan kemalo original dan tatahan tradisional Nusantara. Setiap detail dikerjakan secara presisi dengan tetap mengikuti pakem budaya perkerisan, sehingga menghadirkan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai filosofi dan warisan budaya yang tinggi.
---
## KEUNGGULAN
### ✅ Tatahan Asli Mranggi
Ditatah secara manual oleh pengrajin berpengalaman yang memahami pakem tatahan tradisional, sehingga menghasilkan detail yang halus dan bernilai seni tinggi.
### ✅ 100% Handmade
Bukan hasil cetak maupun cor. Setiap pendok dikerjakan satu per satu sehingga memiliki karakter dan keunikan tersendiri.
### ✅ Material Premium
Menggunakan kuningan premium tebal 0,6 mm dengan finishing Chrome Silver yang elegan, kuat, serta tahan lama.
### ✅ Kemalo Merah Original
Menggunakan bahan dan teknik kemalo tradisional, bukan cat maupun pilox. Hasilnya memberikan warna yang autentik, berkarakter, dan memiliki nilai seni yang tinggi.
### ✅ Produksi Terbatas
Setiap karya dibuat dengan penuh ketelitian untuk menghadirkan pendok eksklusif yang layak mendampingi keris klangenan penjenengan.
---
# KEMALO ORIGINAL
Pada tahun 1965 ditemukan sebuah pedang kuno berusia lebih dari 2.000 tahun di Jiangling, Hubei, Tiongkok, dalam kondisi yang masih utuh. Pedang tersebut dikenal sebagai **Pedang Goujian**.
Keutuhan dan ketahanannya terhadap karat menarik perhatian para sejarawan, arkeolog, maupun ilmuwan. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa salah satu faktor pendukungnya adalah sarung kayu yang dilapisi bahan sejenis material utama dalam pembuatan kemalo tradisional.
Di Nusantara, bahan tersebut berkembang menjadi salah satu ragam hias penting pada perabot keris, khususnya pada bagian awak-awakan pendok. Dengan komposisi bahan, pewarnaan, dan teknik pengerjaan yang beragam, kemalo hadir dalam berbagai warna seperti merah tua, merah terang, hijau, cokelat, hitam, dan warna-warna lainnya.
Dalam tradisi keraton, warna kemalo pada pendok juga memiliki makna simbolis sebagai penanda status maupun jabatan pemilik keris.
Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah semakin langkanya bahan baku serta sedikitnya pengrajin yang masih menguasai teknik pembuatan kemalo sesuai teknologi dan tradisi masa lampau. Akibatnya, sebagian besar pendok kemalo yang beredar saat ini hanya menggunakan cat atau pilox, sehingga nilai autentik dan teknik tradisionalnya mulai ditinggalkan.
Melalui karya ini, kami berupaya menghidupkan kembali warisan tersebut dengan tetap menggunakan teknik kemalo original sebagai bentuk pelestarian budaya perkerisan Nusantara.
---
# MAKNA PENDOK
> *"Kang aran Pendhok jarwanira, ingkang andhok tata kramanireki. Kandelan tembung krameku, werdine ing tyasira, kudu ngandel-kumandel marang Hyang Agung."*
> — *Ki Nom, Serat Among Raga*
Pendok melambangkan tata krama, keteguhan hati, serta keyakinan kepada Hyang Maha Agung. Selain berfungsi memperindah warangka, pendok juga menjadi simbol kehormatan, kewibawaan, dan keluhuran budi seorang pemilik keris.
---
# FILOSOFI TATAHAN MERAK NGIGEL
Motif **Merak Ngigel** menggambarkan seekor burung merak yang sedang menari dengan anggun. Kata **"ngigel"** dalam bahasa Jawa berarti menari atau bergerak dengan luwes.
Filosofi motif ini melambangkan:
* Keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan.
* Keindahan, keanggunan, serta kelincahan dalam bersikap.
* Keseimbangan antara rasa, budi pekerti, dan tindakan sebagaimana diajarkan dalam budaya Jawa.
Motif Merak Ngigel menjadi pengingat bahwa keindahan sejati lahir dari keselarasan antara karakter, kebijaksanaan, dan perilaku dalam menjalani kehidupan.
Diskusi