Warangka Tanduk Ukir Gayaman Solo

Gambar Produk 1 Gambar Produk 2 Gambar Produk 3
Preeorder
Rp4.500.000
Spesifikasi

Warangka : Gayaman Solo
Motif Ukiran: Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Jejeran / Deder : Putri Kinurung, Kalamakara.
Bahan ( Deder dan Warangka ): Tanduk Mahesa (Kerbau) pilihan.

Garap: Handmade oleh mranggi, detail ukiran halus, presisi, dan eksklusif. dikerjakan secara eksklusif oleh para mranggi berpengalaman dengan tetap mempertahankan tipologi, ricikan, kaidah, serta nilai-nilai tradisi pembuatan warangka keris yang berlaku di Nusantara.


Warangka Tanduk Ukir Kasunanan Surakarta


Tanduk kerbau “Mahesa” telah lama digunakan sebagai bahan pembuatan prabot keris, baik untuk warangka maupun deder. Walaupun belum terdapat data pasti mengenai kapan pertama kali tanduk kerbau digunakan sebagai bahan warangka, berbagai prabot keris autentik berbahan tanduk telah ditemukan pada keris-keris bertangguh Kulonan (Kasultanan Cirebon–Banten), keris Jawa Timuran (termasuk lingkungan Keraton Sumenep), keris Melayu, serta berbagai tradisi perkerisan Nusantara lainnya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa tanduk kerbau telah digunakan setidaknya sejak abad ke-15 hingga ke-16, berdampingan dengan bahan-bahan mewah seperti cula dan gading yang telah dikenal sejak masa Majapahit. Hal ini selaras dengan catatan Ma Huan, penulis kronik ekspedisi Laksamana Cheng Ho pada masa Dinasti Ming (1368–1644 M), yang mencatat penggunaan berbagai material bernilai tinggi dalam budaya Nusantara.

Keunggulan Tanduk Mahesa

* Memiliki serat alami yang indah dan unik, sehingga setiap warangka memiliki karakter yang berbeda.
* Kuat, padat, dan awet untuk penggunaan jangka panjang .
* Menghasilkan kilau alami yang semakin indah setelah melalui proses finishing dan seiring pemakaian.
* Cukul Ringan namun kokoh, sehingga nyaman digunakan sebagai prabot keris.
* Merupakan material tradisional yang telah digunakan turun-temurun dalam budaya perkerisan Nusantara.
* Memiliki nilai artistik dan koleksi yang tinggi karena setiap potong tanduk memiliki motif alami yang tidak dapat disamakan.

Setiap bahan dipilih dengan teliti, dikerjakan dengan penuh ketelitian, dan diselesaikan dengan menjunjung tinggi adab serta tradisi para mranggi. Keindahan alami tanduk Mahesa dipadukan dengan keterampilan ukir yang halus untuk menghadirkan sebuah karya kriya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memancarkan keluhuran nilai budaya Nusantara.

bukan sekadar Busana pelengkap keris, melainkan sebuah karya seni tradisi yang mengedepankan keaslian pakem, kualitas pengerjaan, dan keindahan material alami—layak menjadi pilihan bagi kolektor, pecinta budaya, maupun pemerhati dunia perkerisan.





Komentar

Postingan Populer