Keris Nagasasra Tangguh Mataram Sultan Agung

Gambar Produk 1 Gambar Produk 2 Gambar Produk 3 Gambar Produk 4
Ready
Rp25.000.000
Dhapur Keris : Nagasasra Luk 13
Pamor : Wos Wutah, Pedharingan Kebak.
Tangguh : Mataram Sultan Agung.
Est.Yasan pangeran Warih Anom/Ki Jom


Nyandang Mrabu dan Ngayang Batin.
Warangka : Gayaman Jogja
Jejeran Deder : Kemuning Jengker
Mendak : Nyah Nginang , Perak berhias Batu Berlian dan Ruby.
pendok : Slorok Perak Tatahan Kumoirawan, Kemalo Merah Original.
Naga dalam teminologi jawa erat kaitanya dengan Simbol Otoritas seorang Raja atau Pemimpin, sedangkan sasra bermakna Seribu, jumlah yang banyak, melimpah, atau Kekuatan yang Besar.

Naga yang Memakai Mahkota dan Sumping sebagai refleksi Pakaian Kebesaran Seorang Raja, Ratu dan para Dewa. Menjadi perwujudan doa tentang Kepemimpinan, Kekuatan, kesejahteraan dan Kejayaan .



“Iki denya kang sastra sinandhi, yen ta sira anggaduh pusaka, wesi aji sawarnane, dhapur kang mengku tutur, kekarepan sajrone ngurip, pamor mungguhe donga, mring gusti kang linuhung, tuhu kebak ing sasmita, mara sira ywa ta kendat hamarsudi, kongsi dadi pepadhang. (Serat Sastra Bajra I: 2)



Terjemah bebas:

Inilah yang disebut sastra tersandi.
Jika engkau dianugerahi kesempatan merawat pusaka, tosan aji dan yang semisalnya, perhatikanlah dhapur dengan segala ricikannya yang mengandung nasehat, atas berbagai keinginan nafsu dalam kehidupan. Adapun pamor sebagai lambang doa pengharapan yang tak henti-henti, kepada Gusti Allah Yang Maha Tinggi. Benar-benar penuh dengan tanda-tanda untuk difahami maknanya, maka janganlah henti engkau mengolah budi memperbaiki diri dari pesan-pesannya, hingga jadilah ia penerang jalan kehidupan.

Empu Ki Nom, adalah seorang empu yang paling terkenal pada zaman Sultan Agung Hanyokrokusumo di Mataram yang dianugrahi Umur Panjang , nama Ki Nom atau Pangeran Warih Anom, atau Ki Supo Anom adalah gelar dan nama pemberian Sultan Agung sebagai pernyataan kekaguman terhadap panjangnya umur empu yang terkenal awet muda itu.

Konon, umur Empu Ki Nom lebih dari 100 tahun. Karena Ki Nom dilahirkan pada menjelang akhir zaman Majapahit, jadi kira kira tahun 1520 an. Padahal, tatkala Sultan Agung Anyokrokusumo mempersiapkan penyerangan ke Batavia tahun 1626, Ki Nom masih mendapat tugas sebagai salah seorang empu tindih, yang membawahi 80 orang empu lainnya. Artinya pada saat itu umur bliau sudah 104 tahun.



Empu Supo Anom, yang nama kecilnya Jaka Supa sebenarnya adalah anak dari Ki Supa Mandrangi atau Pangeran Sedayu, yang hidup pada akhir zaman Majapahit. Ibunya adalah putri kerabat kraton yang ‘dihadiahkan’ kepada Empu Supa Mandrangi ketika pembuat keris terkenal itu diangkat sebagai pangeran dengan gelar Pangeran Sedayu.

(Ada cerita rakyat yang menyebutkan bahwa putri keraton itu bernama Dewi Tatiban). Kakaknya, satu ayah lain ibu, bernama Jaka Sura, juga seorang empu terkenal. Oleh raja Majapahit terakhir Empu Jaka Sura diangkat menjadi adipati di daerah Jenu, sehingga juga dikenal sebagai Empu Adipati Jenu.

Ki Nom sebenarnya hanya singkatan nama atau panggilan bagi Empu Pangeran Warih Anom yang menguasai tanah perdikan (otonomi & bebas pajak) di daerah Sendang. Itulah sebabnya ia juga dipanggil dengan gelar Pangeran Sendang.

Tanda-tanda utama buatan empu Ki Nom :
Keris dan tmbak buatan Ki Nom selain indah selalu mempunyai penampilan yang memberi kesan agung, anggun, mewah, berwibawa.

Gonjo buatan Ki Nom, Sirah cecak-nya montok dan meruncing ujungnya, gulu meled-nya besar dan kokoh. Ukuran panjang bilahnya sedang, lebarnya juga sedang, tetapi tebalnya lebih dibanding keris buatan Mataram lainnya, terutama dibagian tengah bilah. Bilah buatan Ki Nom selalu berbentuk nggigir lembu. Motif pamornya biasanya rumit, halus, dan rapat serta rapi sekali penempatannya. Besi yang digunakan, dua rupa. Bagian tengah yang bercampur pamor warna besinya hitam keabu-abuan, tetapi dibagian pinggir lar Glatik seperti warna burung Glatik, jika terdapat sekar kacang Bagian kembang kacang-nya dibuat seperti gelung wayang, tetapi berkesan kokoh, dan kalau diamati dari sisi atas akan tampak ramping. Jalen-nya kecil, lambe gjh-nya pendek. Blumbangan-nya dangkal, penuh dengan pamor. Sogokan-nya juga dangkal dan menyempit ke arah ujung. Janur-nya menyerupai batang lidi.

ORDER VIA CHAT

Produk : Keris Nagasasra Tangguh Mataram Sultan Agung

Harga :

https://www.padhangbulan.com/2026/03/keris-nagasasra-tangguh-mataram-sultan.html

ORDER VIA MARKETPLACE

Diskusi