Warangka Branggah Jogja Kayu Timoho Ngingrim
Rp4.000.000
Setting Sandangan exclucive
Garap Mranggi, Fullset.
Warangka : Branggah Ngayogyakarta
Wanda : Taman Ngabean
Bahan warangka : Kajeng Timoho
Motif Alami : Ngingrim.
Deder : Kemuning Bang
Mendak : Kuningan Lawasan
Wanda : Wajikan
Pendok : Slorok Kuningan
Tatahan : Merak
Garap Mranggi, Fullset.
Warangka : Branggah Ngayogyakarta
Wanda : Taman Ngabean
Bahan warangka : Kajeng Timoho
Motif Alami : Ngingrim.
Deder : Kemuning Bang
Mendak : Kuningan Lawasan
Wanda : Wajikan
Pendok : Slorok Kuningan
Tatahan : Merak
Kesatuan Warangka dan Deder Menggambarkan “Baita Tinitihan Jalma “ seperti Bahtera yang dikendari Manusia.
Warangka Bukan Hanya sekedar penghias atau pelengkap Keris , tetapi juga Berisi Nilai nilai pengajaran Luhur , serta menjadi aspek utama dari penilaian Keris itu sendiri.
Mulai dari pemilihan bahan, Gaya, Wanda, kelengkapan prabot sampai motif tatahan, dapat disetting sedemikian Rupa Sesuai kehendak Pemilik . Kadang disetting agar sesuai dengan Pasikutan/Kesan Nuansa pada Kerisnya, berbagai Gaya warangka yang dibuat untuk mempertahankan sejarah asal-usulnya, sampai Simbol-simbol tatahan pada pendok yang dibuat untuk mewakili Harapan sang pemilik.
Sebagai wujud penghormatan dan pemulyaan, sandangan dipilih Bukan sekedar agar tampak Mewah semata. tetapi juga agar lebih luwes, lebih enak dilihat, dan Menyenangkan ketika diamati dari Berbagai Sisi tanpa Meninggalakan kaidah dan Nilai-nilai keris itu sendiri.
Sandangan juga dapat Mewakili watak dan selera Seni sang Pemilik, ia memancarkan keindahan lahiriah yang memukau, serta membuat kagum.
Sepertihalnya pada manusia, pancaran Keindahan juga bisa disebabkan oleh apa yang dipakai. Maka pemilihan sandangan yang tepat pada keris juga dapat menambah gebyar, meski hakikatnya keris itu sendirilah yang memancarkan pesona pribadinya.
Sebagai Bagian Penting dari Keris , warangka Berbahan kayu sejak dahulu telah menjadi pilihan yang Utama . Berbagai Jenis Kayu dipilih yang Pakem Untuk Membuat Warangka ; seperti Timoho yang luka-luka lalu kayunya bemotif , bebercak, berpoleng , entah itu kendhit, ngingrim, nyamel, sembur dan lainnya . ada Trembalo yang ngindhen, juga ada Cendana yang nganam kepang atau ndaging urang, Tayuman yang burus, Kemuning yang werut ataupun jengker , serta kayu kayu Mulia lainnya.
Bahan dipilih dengan teliti, dikerjakan dengan cermat, dan disajikan dengan penuh adab. Keindahan Alami yang bersanding dengan ketrampilan para mranggi diarahkan menjadi kriya Seni yang Memancarkan Keluhurannya.
Diskusi