Keris Sengkelat Tangguh HB VII Pamor Segoro Muncar

Gambar Produk 1 Gambar Produk 2 Gambar Produk 3 Gambar Produk 4 Gambar Produk 5
Ready
Rp12.500.000
Jenis : Keris Luk 13
Identifikasi Dhapur : memiliki Ricikan luk 13, sekar kacang, jalen, lambe Gajah,Sogokan, tikel alis, sraweyan, Greneng. dalam buku gambar Dhuwung iyasanipun GKPH.Harya Hadiwijaya Putra Ndalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwana X ricikan diatas merupakan tipologi dari Dhapur Keris Sengkelat.
Pamor / Motif Lipatan Besi : Wos Wutah, Segoro Muncar.
Tangguh / Perkiraan Masa : HB VII , Sri Sultan Hamengkubuwana VII ,Ngayogyakarta Hadiningrat.

Warangka Nyandang :Gayaman Ngayogyakarta , Kajeng Trembalu Nginden. Deder : Banaran, Kajeng Kemuning Werut. Mendak :Lawasan Kuningan Parijata, pendok: slorok Kuningan Lawasan, Kemalo Merah Original, Tatahan Merak Ngigel.


TENTANG DHAPUR
"Dhapur kang mengku Tutur , Pamor Mungguhe Donga " dhapur keris Sengkelat / sang Kilat bermakna “CAHAYA HATI YANG BERSIFAT LUHUR”

" Dhapur Sêngkêlat ginita, maknanira yèku urubing ati, murade patrap linuhung, dene ta rahsanira, ing sarina kalawan sawênginipun, tangi ,lungguh ,mlaku , nendra, duga-duga aywa kari."


Transalte Bebas :

Dhapur sengkelat dirancang, Maknanya Yaitu Nyalanya Hati dalam setiap Perbuatan  Luhur / Mulia . Adapun Rahasianya siang dan malamnya, Bangun, duduk, berjalan dan Tidurnya, Berpikir Matang jangan ditinggalkan . ~ serat Among Raga



Dhapur keris Sengkelat yang paling tersohor dibuat pada era majapahit, setelah dhapur nagasasra dan condong campur. konon Ketika cahaya api yang menyembur dalam proses Tempa tak kunjung padam, diberilah nama dhapur sengkelat /sangkilat. pada versi Buku Dhuwung dan serat Among Raga, sengkelat pertama kali dibuat pada Tahun Jawa 1429 oleh Empu Sura yang diprakarsai Oleh sunan Bonang. dalam perkembangannya keris sengkelat juga ikut serta menandai cara berfikir dan gaya hidup orang orang terdahulu . Sebagai Dhapur yang Lahir diera Kembalinya kejayaan Majapahit, sengkelat menjadi simbol Kekuatan Rakyat , Luk 13 dalam teminologi Jawa bermakna “Triwelas” atau Tiga sifat welas Asih ; yakni Welas ing sesami , welas ing Satoiwen lan Welas Ing tetuwuhan . upaya mengharmoniskan hubungan yang tersirat pada Makna dhapurnya , sengkelat memiliki pitutur dan Harapan ; Agar pemilik Mampu Membangun sinergi yang luar biasa dalam setiap perbuatan Mulia . menjadi "Synergy of life" dimana Gusti Kang Akaryo jagad sebagai inti utama.



TENTANG PAMOR
WOS WUTAH, SEGORO MUNCAR.

Wos wutah dengan motifnya yang meneyerupai bentuk Beras , terkadang berdiri sendiri ataupun berada diantara motif pamor lain.Pamor wos Wutah Merupakan Representasi dari rekaman doa dan Harapan Leluhur yang tak henti henti Agar pemilik dianugrahi Rizki yang Melimpah Ruah. Sedangkan segoro Muncar Bermakna Kemudahan dan Keluasan Rizki, Pergaulan ,  Keselamatan , serta ksrisma yang tepancar.



MAKNA PUSAKA

“Iki denya kang sastra sinandhi, yen ta sira anggaduh pusaka, wesi aji sawarnane, dhapur kang mengku tutur, kekarepan sajrone ngurip, pamor mungguhe donga, mring gusti kang linuhung, tuhu kebak ing sasmita, mara sira ywa ta kendat hamarsudi, kongsi dadi pepadhang.”

Inilah yang disebut sastra tersandi.
Jika engkau dianugerahi kesempatan merawat pusaka, tosan aji dan yang semisalnya, perhatikanlah dhapur dengan segala ricikannya yang mengandung nasehat, atas berbagai keinginan nafsu dalam kehidupan.Adapun pamor sebagai lambang doa pengharapan yang tak henti-henti, kepada Gusti Allah Yang Maha Tinggi.Benar-benar penuh dengan tanda-tanda untuk difahami maknanya, maka janganlah henti engkau mengolah budi memperbaiki diri dari pesan-pesannya, hingga jadilah ia penerang jalan kehidupan (Serat Sastra Bajra I: 2).

ORDER VIA CHAT

Produk : Keris Sengkelat Tangguh HB VII Pamor Segoro Muncar

Harga :

https://www.padhangbulan.com/2026/02/keris-sengkelat-tangguh-hb-vii-pamor.html

ORDER VIA MARKETPLACE

Diskusi